

Halo 👋, selamat datang di Nakamura Study Japan! Ada yang bisa saya bantu hari ini?
Close X

10 Juni 2025
Baru tiba di Jepang? Jangan bingung! Artikel ini membahas lima aplikasi penting yang akan membantu kehidupan harian pelajar dan pendatang baru.
Tinggal di Jepang untuk pertama kali bisa menjadi pengalaman yang seru sekaligus menantang. Mulai dari bahasa, transportasi, hingga sekadar mencari tempat makan—semuanya terasa baru. Untungnya, ada banyak aplikasi yang bisa membantu kamu beradaptasi lebih cepat dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman, terutama sebagai pelajar atau pendatang baru.
1. Google Translate / DeepL
Masalah bahasa adalah tantangan utama ketika pertama kali datang ke Jepang. Aplikasi seperti Google Translate atau DeepL dapat menjadi penyelamat, terutama saat membaca petunjuk, berkomunikasi dengan staf toko, atau memahami dokumen.
Fitur kamera Google Translate sangat membantu untuk menerjemahkan menu, poster, hingga surat resmi secara instan. Di sisi lain, DeepL dikenal lebih akurat untuk menerjemahkan kalimat panjang dari bahasa Jepang ke bahasa Indonesia maupun Inggris.
2. Navitime for Japan Travel
Menggunakan transportasi umum Jepang bisa membingungkan di awal karena banyaknya jalur kereta dan pilihan transfer. Navitime membantu kamu menemukan rute terbaik, waktu keberangkatan, tarif, hingga jalur perpindahan.
Aplikasi ini sangat berguna untuk perjalanan harian ke kampus maupun saat kamu ingin menjelajahi kota lain. Navitime juga menyediakan antarmuka berbahasa Inggris untuk pengguna internasional.
3. PayPay
Pembayaran digital sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di Jepang. PayPay adalah salah satu metode pembayaran yang paling banyak digunakan di toko, restoran, minimarket, hingga toko 100 yen.
Kamu bisa mengisi saldo dengan mudah dan cukup memindai QR untuk membayar. Sering kali, PayPay juga menawarkan promo dan cashback di merchant tertentu.
4. LINE
LINE adalah aplikasi pesan nomor satu di Jepang. Hampir semua mahasiswa, komunitas, tempat kerja, hingga beberapa layanan publik menggunakan LINE untuk komunikasi.
Selain chat, LINE menyediakan panggilan video, stiker, berita, dan bahkan fitur pembayaran. Tidak heran jika saat bertemu orang baru, biasanya mereka akan meminta ID LINE kamu.
5. Yahoo! Weather (Yahoo!天気)
Cuaca di Jepang cepat berubah, dan Yahoo! Weather menjadi aplikasi penting untuk memeriksa prakiraan cuaca harian hingga per jam. Aplikasi ini juga memberikan peringatan hujan deras, angin kencang, dan gempa bumi.
Meskipun tampilannya berbahasa Jepang, ikon dan visualnya mudah dipahami bahkan oleh pemula sekalipun.
Banyak orang bermimpi bisa bekerja dan tinggal di Jepang, tapi tidak semua tahu jalur yang realistis untuk mencapainya. Raka adalah contoh nyata — dari nol kemampuan bahasa Jepang, hingga akhirnya menjadi IT Consultant di Jepang dengan visa profesional (Engineer/Specialist). Perjalanannya bukanlah instan, tapi sangat mungkin untuk ditiru.
Bingung memilih antara JLPT dan JFT? Artikel ini menjelaskan perbedaan utama antara dua tes kemampuan bahasa Jepang ini—mulai dari tujuan, struktur soal, hingga kapan dan siapa yang sebaiknya mengambilnya. Cocok banget buat kamu yang sedang merencanakan studi atau kerja di Jepang
Mahasiswa internasional di Jepang boleh banget kerja part-time! Tapi, wajib punya izin resmi dari Imigrasi Jepang bernama Shikakugai Katsudō Kyoka. Dengan izin ini, kamu bisa kerja, Maksimal 28 jam/minggu saat kuliah, Maksimal 40 jam/minggu saat liburan panjang.
Banyak orang Indonesia memimpikan hidup dan bekerja di Jepang. Salah satu jalur yang paling realistis dan cepat untuk mewujudkannya adalah dengan belajar di sekolah bahasa Jepang, lalu mengembangkan karier sebagai pengajar Bahasa Inggris. Tapi... apakah karier ini benar-benar menjanjikan? Jawabannya: ya! Dan kabar baiknya, peluangnya kini semakin terbuka lebar!
University of Tokyo (UTokyo atau Todai) adalah salah satu universitas paling bergengsi di Asia dan dunia. Dikenal karena prestasi akademik, alumni pemenang Nobel, dan jaringan global, UTokyo menarik siswa dari seluruh dunia—termasuk dari Indonesia. Tapi seperti apa rasanya menjadi mahasiswa Indonesia di UTokyo? Apakah hanya untuk yang “jenius”? Sulitkah proses pendaftarannya? Dan setelah diterima, bagaimana kehidupan kampusnya?