

Halo 👋, selamat datang di Nakamura Study Japan! Ada yang bisa saya bantu hari ini?
Close X

11 Juni 2025
Banyak orang bermimpi bisa bekerja dan tinggal di Jepang, tapi tidak semua tahu jalur yang realistis untuk mencapainya. Raka adalah contoh nyata — dari nol kemampuan bahasa Jepang, hingga akhirnya menjadi IT Consultant di Jepang dengan visa profesional (Engineer/Specialist). Perjalanannya bukanlah instan, tapi sangat mungkin untuk ditiru.
Awal Mula: Nol Bahasa, Tapi Niat Serius
Raka, lulusan SMK jurusan IT dari Medan, punya mimpi besar untuk bekerja di Jepang. Ia tertarik dengan budaya kerja Jepang yang disiplin dan peluang gaji yang tinggi. Namun, tantangannya besar:
Belum bisa bahasa Jepang
Tidak tahu jalur resmi untuk bekerja di sana
Melalui seminar dan riset online, Raka akhirnya bergabung dengan Nakamura Study Japan, konsultan pendidikan yang tidak hanya mengajarkan bahasa Jepang, tapi juga fokus memberangkatkan siswa secara legal ke Jepang.
Belajar Intensif: Lulus JLPT N5 dalam 3 Bulan
Di Nakamura Study Japan, Raka mengikuti program les intensif untuk mempercepat penguasaan bahasa. Hasilnya?
Lulus JLPT N5 dalam waktu 3 bulan — syarat dasar untuk mendaftar sekolah bahasa di Jepang
Tim Nakamura Study Japan juga membantunya:
Memilih sekolah bahasa yang sesuai
Mengurus dokumen dan visa pelajar
Memberikan pelatihan wawancara & simulasi kehidupan di Jepang
Tiba di Jepang: Sekolah Bahasa & Kerja Part-Time
Raka tiba di Fukuoka dan belajar di sekolah bahasa selama 1 tahun. Selama masa itu, ia:
Mengikuti kelas bahasa setiap hari
Lulus JLPT N3
Bekerja part-time (arubaito) di restoran lokal
Pengalaman langsung ini mempercepat kemampuannya — dari bahasa, budaya kerja, hingga rasa percaya diri!
Tahap 1: Bekerja Lewat Visa SSW
Setelah lulus dari sekolah bahasa dan memiliki JLPT N3, Raka melanjutkan ke jalur Specified Skilled Worker (SSW) — visa kerja untuk bidang tertentu. Bersama dukungan sekolah & tim Nakamura Study Japan, ia:
Lulus tes keterampilan bidang perhotelan
Mengurus dokumen dan Certificate of Eligibility
Diterima kerja secara legal di hotel di Tokyo
Dari pengalaman ini, Raka belajar banyak: standar layanan Jepang, kerja tim, manajemen waktu, hingga komunikasi formal. Tapi ia belum puas — ia ingin kembali ke dunia IT.
Tahap 2: Naik Level ke Visa Engineer/Specialist
Selama 2 tahun di bawah visa SSW, Raka terus mengembangkan diri:
Lulus JLPT N2
Mengikuti kursus IT dan sertifikasi internasional
Membangun portofolio freelance
Gabungan dari pengalaman kerja, kemampuan bahasa, dan latar belakang IT membuatnya diterima sebagai Junior IT Consultant di perusahaan Jepang. Ia pun beralih ke visa Engineer/Specialist, jenis visa profesional dengan peluang karier dan gaji yang lebih tinggi.
Hasil Nyata: Karier Profesional di Jepang
Hari ini, Raka bekerja full-time di perusahaan IT di Osaka, menangani proyek sistem integrasi untuk klien korporat.
Gaji lebih tinggi
Jam kerja lebih fleksibel
Karier jangka panjang mulai terbentuk
“Awalnya saya cuma bisa bilang konnichiwa, tapi sekarang saya bisa ikut rapat klien dan pegang project. Kuncinya: jangan cuma ikut kursus, tapi punya mentor dan jalur yang jelas. Itu yang saya dapat dari Nakamura Study Japan.” — Raka
Pelajaran dari Kisah Raka
Belajar bahasa Jepang adalah langkah awal, bukan tujuan akhir
Jalur sekolah bahasa → kerja SSW → visa profesional sangat mungkin ditempuh
Dengan strategi dan pendampingan yang tepat, kamu bisa naik level dari kerja fisik ke karier profesional di Jepang
Penutup: Dari Nol Jadi Profesional
Kisah Raka membuktikan bahwa bekerja di Jepang — bahkan secara profesional — tidak harus dimulai dari gelar sarjana atau kemampuan bahasa tingkat tinggi. Dengan komitmen, strategi, dan bimbingan dari pihak berpengalaman seperti Nakamura Study Japan, kamu bisa memulai dari dasar dan membangun karier yang stabil di Jepang.
Ingin tahu jalur yang cocok untuk kamu?
Yuk, konsultasi GRATIS sekarang!
Langkah kecil hari ini bisa jadi pintu masa depanmu di Jepang
Kalau bicara soal Jepang, transportasinya pasti jadi salah satu hal yang paling mengesankan. Mulai dari kereta cepat yang legendaris, sampai bus lokal yang nyaman dan bersih—semuanya bikin perjalanan jadi terasa mudah dan menyenangkan.
Banyak yang mengira kerja di bidang IT di Jepang harus jago coding, punya gelar, dan pengalaman bertahun-tahun. Padahal, banyak posisi entry-level yang bisa diakses meski belum “mahir” secara teknis.
Bagi siapa pun yang ingin belajar, bekerja, atau tinggal di Jepang, kemampuan berbahasa Jepang adalah syarat utama. Salah satu cara paling diakui untuk mengukur kemampuan ini adalah melalui JLPT (Japanese Language Proficiency Test).Tapi, apa sebenarnya perbedaan antara level N5 sampai N1? Dan level mana yang paling tepat untuk kamu kejar sesuai tujuanmu?
Mahasiswa internasional di Jepang boleh banget kerja part-time! Tapi, wajib punya izin resmi dari Imigrasi Jepang bernama Shikakugai Katsudō Kyoka. Dengan izin ini, kamu bisa kerja, Maksimal 28 jam/minggu saat kuliah, Maksimal 40 jam/minggu saat liburan panjang.
Bagi banyak orang, Jepang adalah negara impian: budayanya menarik, teknologinya maju, dan pendidikannya berkualitas. Tapi sebelum memutuskan untuk benar-benar kuliah atau bekerja di Jepang, kita perlu merasakan dulu kehidupan di sana secara langsung.