

Halo 👋, selamat datang di Nakamura Study Japan! Ada yang bisa saya bantu hari ini?
Close X

17 Mei 2025
Semakin banyak orang Indonesia yang memilih Jepang sebagai tempat belajar, bekerja, atau bahkan menetap. Dengan ekonomi yang kuat, lingkungan yang aman, dan budaya yang kaya, Jepang menjadi pilihan menarik. Tapi seperti apa sebenarnya hidup di sana sebagai orang Indonesia? Berikut hal-hal yang perlu kamu tahu—dari tantangan awal hingga sisi indahnya.
Banyak orang Indonesia mengalami culture shock saat pertama kali tiba. Hal sederhana seperti membungkuk, suasana tenang di kereta, atau ketepatan waktu yang sangat ketat bisa terasa asing. Bahasa juga menjadi tantangan karena tidak semua orang Jepang bisa berbahasa Inggris. Itulah mengapa belajar bahasa Jepang sangat penting. Level dasar seperti JLPT N5 atau N4 saja sudah sangat membantu untuk kehidupan sehari-hari.
Di Nakamura Study Japan, kami selalu menyarankan siswa untuk mulai belajar sebelum berangkat dan melanjutkan belajar setelah tiba di Jepang.
Kabar baiknya, komunitas Indonesia di Jepang cukup banyak—terutama di kota besar seperti Tokyo, Osaka, Nagoya, dan Fukuoka.
Ada organisasi pelajar (PPI Jepang), masjid Indonesia, toko halal, dan restoran Indonesia yang menjual nasi goreng, ayam penyet, hingga rendang!
Komunitas ini tidak hanya jadi tempat berkumpul, tapi juga saling berbagi informasi penting seperti perpanjangan visa, lowongan kerja, atau tempat beli sambal di Tokyo.
Banyak pelajar Indonesia menempuh pendidikan di sekolah bahasa, sekolah kejuruan (senmon gakko), atau universitas. Ada yang mendapat beasiswa seperti MEXT atau JASSO. Setelah lulus, banyak yang bekerja di bidang teknik, perhotelan, atau IT.
Budaya kerja di Jepang sangat terstruktur. Disiplin waktu, kerja tim, dan rasa hormat pada atasan sangat dijunjung tinggi. Meskipun awalnya melelahkan, banyak orang Indonesia yang akhirnya terbiasa dan merasa nyaman dengan kestabilan lingkungan kerja.
Bagi peserta program Work in Japan dari Nakamura Study Japan, kami memberikan pelatihan bahasa, latihan wawancara, dan dukungan dokumen serta job matching.
Salah satu kekhawatiran terbesar adalah makanan, terutama untuk yang mencari makanan halal. Tapi kabar baiknya, Jepang semakin ramah Muslim. Restoran halal, tempat salat, dan label halal sudah mulai banyak.
Meski begitu, banyak juga yang lebih nyaman memasak sendiri. Supermarket Jepang punya banyak pilihan bahan makanan, dan ada toko online yang menyediakan bahan halal se-Jepang.
Untuk ibadah, masjid bisa ditemukan di kota besar. Shalat Jumat, buka puasa bersama, dan komunitas Muslim membuat suasana lebih akrab meski jauh dari rumah.
Tinggal di Jepang punya banyak keuntungan:
Lingkungan bersih dan aman
Transportasi umum efisien
Musim yang indah (sakura & momiji)
Masyarakat yang disiplin dan sopan
Peluang kerja yang luas
Ditambah lagi, kamu bisa menikmati teknologi canggih, makanan enak, dan perspektif baru dalam menjalani hidup.
"Aku dulu nggak pernah bayangkan bisa tinggal di Jepang," kata Ayu, lulusan sekolah bahasa di Tokyo. "Awalnya sulit, tapi komunitas dan teman-teman sangat membantu."
"Budaya kerja di sini memang ketat, tapi aku jadi lebih teratur," kata Rafi, yang sekarang kerja di bidang IT di Osaka. "Dan aku bangga bisa mandiri di Jepang."
Pindah ke Jepang memang langkah besar—tapi kamu tidak sendiri. Sudah ribuan orang Indonesia yang berhasil membangun kehidupan baru di Jepang.
Di Nakamura Study Japan, kami siap mendampingi setiap langkah kamu—dari belajar bahasa, daftar sekolah, hingga bantu cari kerja dan komunitas. Bukan sekadar berangkat ke Jepang—kami bantu kamu untuk sukses di sana.
Banyak siswa dan orang tua merasa bingung saat mulai mencari informasi tentang studi ke Jepang. Pertanyaannya pun beragam—mulai dari sekolah mana yang bagus, bagaimana proses visa, sampai apakah harus bisa bahasa Jepang dulu?
Bagi siapa pun yang ingin belajar, bekerja, atau tinggal di Jepang, kemampuan berbahasa Jepang adalah syarat utama. Salah satu cara paling diakui untuk mengukur kemampuan ini adalah melalui JLPT (Japanese Language Proficiency Test).Tapi, apa sebenarnya perbedaan antara level N5 sampai N1? Dan level mana yang paling tepat untuk kamu kejar sesuai tujuanmu?
Tiba di Jepang untuk pertama kalinya adalah pengalaman yang menyenangkan, tapi juga bisa terasa membingungkan. Banyak pelajar atau pekerja baru yang mengalami culture shock, yaitu perasaan kaget atau tidak nyaman karena perbedaan budaya yang cukup besar antara negara asal dan Jepang. Mulai dari gaya komunikasi, kebiasaan sehari-hari, makanan, hingga aturan sosial—semuanya bisa terasa asing
Mahasiswa internasional di Jepang boleh banget kerja part-time! Tapi, wajib punya izin resmi dari Imigrasi Jepang bernama Shikakugai Katsudō Kyoka. Dengan izin ini, kamu bisa kerja, Maksimal 28 jam/minggu saat kuliah, Maksimal 40 jam/minggu saat liburan panjang.
Bagaimana rasanya kuliah dan bekerja di Jepang? Apa saja peluang karier yang terbuka untuk anak muda Indonesia? Itulah pertanyaan-pertanyaan penting yang dibahas dalam Workshop “Peluang Kerja di Jepang” yang kami selenggarakan bersama BINUS Square pada tanggal 7 Mei 2025.